Said: Kasus Mobile 8 Hanya Dendam Politik Surya Paloh ke Hary Tanoe

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 02 Februari 2016, 18:16 WIB
Said: Kasus Mobile 8 Hanya Dendam Politik Surya Paloh ke Hary Tanoe
hary tanoe-surya paloh/net
rmol news logo ‎Pengusutan kasus dugaan restitusi pajak Mobile 8 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) sarat kepentingan politik. Kasus tersebut juga tidak lepas dari persoalan politik antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Ketua Umum Partai Perindo Hari Tanoesoedibjo (HT).

‎Pengamat politik Sinergi Masyarakat Indonesia untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahudin mengatakan, hal tersebut bisa ditarik dari latar belakang Jaksa Agung M Prasetyo yang berasal dari NasDem, tempat dimana Hary Tanoe mengawali karir politiknya.

‎"Konflik itu akhirnya dibaca publik masih berkepanjangan. Pengusutan kasus Mobile 8 ini dipersepsikan publik terkait adanya konflik antara dua tokoh ini mengingat jaksa agung berasal dari NasDem," kata Said dalam perbincangan, Selasa (2/2).‎

Selain itu, lanjut dia, persepsi tersebut diperkuat dengan keterangan anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu dalam rapat kerja bersama Jaksa Agung beberapa waktu lalu. Disitu, politikus PDIP itu mengungkapkan adanya pertarungan antar geng dalam kasus yang ditangani Kejagung.

‎Buntutnya, Masinton disomasi oleh pihak NasDem atas pernyataan tersebut.

‎"Masinton Pasaribu disomasi NasDem karena mencoba mengkaitkan konflik antara HT dan Paloh. Itu bukan opini Masinton pribadi. Dia mewakil pemilih. Itu sebagai kesimpulan persepsi publik," terang Said.

‎"Kalau publik mempersepsikan demikian, itu tak berlebihan. Karena ada satu sejarah keduanya tak cocok secara politik," tandasnya.‎ [sam]‎

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA