CENTURYGATE

Zainal Ngotot Tidak Mau Century Diselamatkan Sampai Hak Suaranya Dicabut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 04 April 2014, 20:24 WIB
Zainal Ngotot Tidak Mau Century Diselamatkan Sampai Hak Suaranya Dicabut
net
Kecil Besar
rmol news logo Hasil pemeriksaan tim dari Bank Indonesia (BI) menarik kesimpulan bahwa Bank Century merupakan bank gagal yang sudah tidak dapat lagi diselamatkan.

Begitu dikatakan bekas Direktur Pengawasan Bank 1 BI, Zainal Abidin, saat bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (4/4).

"Tidak bisa diselamatkan dan menyatakan Bank Century sebagai bank gagal, dan menyerahkan ke LPS untuk segera ditutup. Karena, dana untuk menyelamatkan itu sangat besar," kata dia.

Dia menuturkan, Century masuk dalam pengawasan khusus oleh BI sejak 5 November 2008. Penetapannya, melalui rapat dewan Gubernur BI. Selanjutnya, keesokan harinya atau tepat 6 November 2008 dilakukanlah panggilan kepada pihak Bank Century. BI menyarankan Bank Century agar memperbaiki keuangannya karena CAR atau rasio kecukupannya modalnya di bawah level yang ditetapkan BI sebesar 8 persen.

"CAR-nya (Century) 2,35 persen (per September 2008) itu CAR positif. Karena itu yang dipakai laporan tanggal 30 September 2008. Tapi laporan CAR terakhir Century bulan Oktober yang dilaporkan pada bulan November itu CAR-nya negatif," terangnya.

Setelah itu, dalam rapat dewan gubernur Zainal menyampaikan kondisi Bank Century yang harus ditutup karena tak bisa diselamatkan. Tapi, rekomendasinya ditolak. Salah satu yang paling ngotot menolak adalah Miranda Goeltom yang kala itu menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Miranda kecewa, karena dirinya mengaku telah berbicara dengan Kementerian Keuangan bila ada permasalahan likuiditas BI sudah punya SOP.

Zaenal tetap pada argumennya. Menurutnya, Century tetap harus tutup karena biaya penyelamatannya sangat besar, mencapai Rp 7-8 triliun. Dia juga berpendapat bahwa penyelamatan Century dengan memberikan FPJP sama saja dengan melawan pasar. Apalagi, kondisi Century sudah sangat berat apalagi untuk mengembalikan FPJP.

"Setelah tahu ada dana besar yang masuk, deposan akan menarik semua uangnya. Diberi dana berapapun dananya akan ditarik oleh deposan khususnya yang besar-besar," terang dia.

Para dewan gubernur berharap supaya Direktorat Pengawasan Bank mempunyai usulan untuk memberikan FPJP kepada Bank Century. Namun saat disinggung usulan itu, Zainal yang hadir dalam rapat itu hanya diam.

"Saya tidak mau bicara. Sebelumnya saya katakan (Bank Century) ditutup. Saya tidak pernah menyetujui, karena pada waktu akhirnya hak suara saya dicabut oleh dewan gubernur, waktu itu Pak Budi Rohadi," demikian Zainal. [ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA