Demikian dikatakan Anggota Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah pada Dialog Pilar Negara bertema "Kekerasan terhadap Aparat dan Wibawa Negara" di gedung DPR, Senin (23/9). Selain Jafar pembicara lainnya adalah Anggota Fraksi PKS Sumandjaja dan Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin.
Jafar mengatakan, saat ini aparat penegak hukum, dalam hal ini aparat kepolisian tengah menghadapi aksi penembakan yang dilakukan orang tak dikenal. Sebagai penegak hukum, menurut dia sangat wajar kalau menerima teror ataupun ancaman, termasuk aksi penembakan.
"Sebagai penegak hukum, polisi kan menjaga semuanya. Ibarat ada perampok yang ingin menyantroni rumah besar, tentunya harus melumpuhkan penjaganya dulu. Artinya sebagai aparat penegak hukum tentunya ada resiko yang harus dihadapi," ujar Jafar.
Namun menurut dia, dengan adanya aksi penembakan terhadap anggota kepolisian seperti yang terjadi belakangan ini, harus dijadikan momentum untuk mensolidkan diri, baik secara institusi maupun secara individu.
Aksi kejahatan terhadap aparat kepolisian tersebut kata Jafar bisa saja terjadi karena ketimpangan ekonomi, sosial dan demokrasi. Namun dia tidak merinci lebih jauh ketimpangan-ketimpangan yang dimaksud.
[rus]
BERITA TERKAIT: