Kelemahan Amir Syamsuddin-Denny Indrayana Sudah Melampaui Batas Toleransi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 08 September 2013, 08:43 WIB
Kelemahan Amir Syamsuddin-Denny Indrayana Sudah Melampaui Batas Toleransi
Amir Syamsuddin-Denny Indrayana/net
rmol news logo Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) dinilai tidak pernah fokus memperbaiki tata keloloah lembaga pemasyarakatan (LP). Akibatnya, rusuh di LP akhir-akhir ini seperti sudah menjadi sebuah kecenderungan baru.

Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengomentari kerusuhan di LP Kelas II-B di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Sabtu (7/9) pekan lalu.

"Saya prihatin karena Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin bersama wakil menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana tidak segera mengonsolidasi manajemen LP untuk menjaga dan melayani narapidana dengan lebih manusiawi. Keduanya terkesan tidak menguasai atau tidak memahami persoalan pelik yang melingkupi hampir semua LP," ujar Bambang dalam keterangannya, Minggu (8/9).
 
Sebelum terjadi kerusuhan di LP Padang Sidempuan, warga di pulau Sumatera sudah menyimak kasus pembakaran LP Labuhan Ruku dan LP Tanjung Gusta di Medan, serta pembobolan Rumah Tahanan (Rutan) di Batam oleh para narapidana.
 
Jelas Bambang, walaupun rusuh di LP Padang Sidempuan Sabtu pekan lalu terkesan berskala kecil, kerusuhan itu tetap saja mencerminkan kelemahan kepemimpinan Amir-Denny di Kementerian Hukum dan HAM. Bahkan, menurut politisi Partai Golkar ini, kelemahan Amir-Denny sudah melampaui batas toleransi.
 
"Kalau presiden tidak memberi teguran keras kepada keduanya, rusuh di LP lain akan terjadi lagi. Presiden hendaknya mendesak Amir-Denny lebih fokus dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka," demikian Bambang. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA