Buku antologi puisi perdana karya Ihwan Nugraha yang diterbitkan Taresia ini merekam perjalanan mencari makna dari berbagai tempat dan waktu. Puisi-puisi di dalamnya lahir dari ruang yang sangat beragam, mulai dari kantor, perjalanan, hingga sela-sela kehidupan yang terus bergerak.
Horison Seseorang menjadi semacam ruang bagi siapa pun yang sedang berusaha menyusun kembali pecahan dirinya. Ihwan tidak sekadar menghadirkan kumpulan puisi, tetapi menyusun sebuah perjalanan yang mengajak pembaca menelusuri lima lapisan hingga mencapai titik terluar bumi.
“Setiap penulis punya cara dan gaya masing-masing. Horison Seseorang bagi saya adalah proses dalam kepenyairan serta kepenulisan, dan itu akan berlanjut. Rasanya ketika satu buku selesai, justru perjalanan baru dimulai,” ujar Ihwan saat berbincang dengan redaksi, Minggu, 13 September 2026.
Bagi Ihwan, menyelesaikan buku pertama bukan berarti menemukan semua jawaban. Justru muncul kegelisahan baru tentang apakah karya yang dibuat layak, pantas, dan cukup baik untuk diterima pembaca.
“Rasa gelisah untuk apakah karya kita layak, pantas dan cukup baik untuk diterima banyak orang? Barangkali itu adalah horisonku setelah ini untuk menjawabnya sembari belajar untuk karya-karya selanjutnya,” katanya.
Menariknya, respons pembaca terhadap buku perdana ini terbilang positif. Dalam dua pekan masa pre-order, sebanyak 100 eksemplar Horison Seseorang telah terjual. Saat ini tersisa lebih dari 25 eksemplar yang masih tersedia, sementara penerbit tengah mempersiapkan 100 eksemplar untuk gelombang pre-order berikutnya dalam beberapa pekan mendatang.
Ihwan mengatakan buku tersebut sengaja dibuat agar dapat dinikmati pembaca dari berbagai kalangan tanpa harus terlebih dahulu memahami teori atau kedalaman sastra.
“Buku ini sangat accessible untuk semua kalangan. Tidak harus memahami kedalaman sastra ketika membacanya. Justru puisinya berproses menjadi bentuk yang menemani para pembaca menelusuri lima lapisan sampai titik luar bumi,” tuturnya.
Ia juga menyimpan sebuah pengalaman yang sengaja tidak dijelaskan secara gamblang kepada pembaca. Di balik rangkaian puisinya terdapat dramaturgi dan montase yang menghubungkan satu puisi dengan puisi lainnya. Namun, Ihwan memilih tidak membongkar struktur tersebut.
“Kalau ada hal-hal baru yang jarang ditemukan di buku puisi Indonesia, sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa ada dramaturgi dan montase antarpuisi. Tapi layaknya itu tidak kita bicarakan. Biarlah pembaca merasakan,” ujarnya.
Bagi Ihwan, buku ini pada akhirnya bukan hanya tentang dirinya sebagai penulis, tetapi juga tentang perjalanan pembaca ketika menemukan makna masing-masing.
“Apresiasiku besar untuk teman-teman yang sedang berproses juga dan sudah berpetualang menelusuri lapisan horison bersama Horison Seseorang,” katanya.
Setelah diperkenalkan melalui soft launch dalam sebuah podcast pada 4 Oktober mendatang, Horison Seseorang akan dibawa ke panggung yang lebih besar melalui literary event pada 6 Desember.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti perjalanan Horison Seseorang, buku tersebut dapat dipesan melalui kontak 085798169283 atau 0811198673, serta Instagram @horisonseseorang.
BERITA TERKAIT: