Sugiono juga menandatangani buku belasungkawa sebagai bentuk penghormatan atas kepergian Raja Harald V.
“Atas nama Pemerintah dan Rakyat Indonesia, saya menyampaikan ucapan belasungkawa yang tulus kepada Keluarga Kerajaan, Pemerintah, dan Rakyat Norwegia," ungkap Sugiono melalui unggahan di akun X miliknya, dikutip Selasa, 2 September 2026.
Dia turut mengenang Raja Harald V sebagai sosok pemimpin yang memiliki kehangatan, dedikasi, serta kerendahan hati.
“Almarhum Yang Mulia Raja Harald V akan dikenang atas kepemimpinannya, kehangatan, dedikasi, dan kerendahan hatinya. Semoga Almarhum Yang Mulia tenang selamanya.”
Raja Harald V meninggal dunia pada 28 Agustus dalam usia 89 tahun, setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Nasional di Oslo sejak 17 Agustus.
Pihak kerajaan menyampaikan bahwa Harald menerima pengobatan kortison untuk menangani anemia hemolitik, penyakit darah yang menyebabkan penumpukan cairan di tubuh.
Kondisinya semakin memburuk setelah menderita infeksi bakteri pada aliran darah. Setelah kepergiannya, Putra Mahkota Haakon langsung menjadi kepala negara baru Norwegia sebagai Raja Haakon VIII.
Pada Senin, 1 September 2026, Raja Haakon VIII menyatakan sumpah setianya kepada Konstitusi Norwegia dalam sebuah upacara di Parlemen Norwegia.
BERITA TERKAIT: