Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Tembus 920 Jiwa, 50 Ribu Lainnya Hilang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 28 Juni 2026, 12:41 WIB
Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Tembus 920 Jiwa, 50 Ribu Lainnya Hilang
Representative Image (Foto: AI)
rmol news logo Bencana gempa bumi kembar magnitudo yang mengguncang Venezuela mengakibatkan tewasnya 920 orang, sementara lebih dari 50 ribu lainnya masih dinyatakan hilang.

Wilayah pesisir La Guaira, yang terletak tidak jauh dari ibu kota Caracas, menjadi kawasan yang mengalami kerusakan paling parah. 

Deretan gedung apartemen, permukiman, hingga fasilitas publik runtuh dan berubah menjadi tumpukan puing. Tim penyelamat dari berbagai negara kini berjibaku mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Kepala Bantuan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tom Fletcher, mengatakan operasi penyelamatan menghadapi tantangan yang sangat berat. 

Selain luasnya area terdampak, gempa susulan dan kondisi bangunan yang tidak stabil terus mengancam keselamatan para petugas. 

“Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks,” kata Fletcher, dikutip Minggu, 28 Juni 2026. 

Di tengah keterbatasan alat berat, banyak keluarga korban dan relawan terpaksa melakukan pencarian secara manual. 

Salah satunya Marjosly Salazar, yang kehilangan putrinya yang berusia 16 tahun dan hingga kini masih mencari bayi berusia lima bulan serta seorang kerabatnya yang hilang. 

“Tolong, kami butuh bantuan di sini. Kami butuh mesin untuk mulai mengangkat tiang-tiang itu. Kami belum melihat pejabat pemerintah di sini, sama sekali tidak ada," kata dia. 

Kemarahan publik terhadap lambannya respons pemerintah juga mulai terlihat. 

Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mendapat cemoohan saat mengunjungi salah satu kawasan terdampak di Caracas. Warga yang berkumpul di sekitar bangunan runtuh meneriakkan protes keras. 

“Pemerintah tidak melakukan apa pun untuk rakyat," seru mereka dari balik garis pengamanan.

Sementara itu, peluang menemukan korban selamat di sejumlah lokasi semakin menipis. Pemimpin tim penyelamat asal Chile, Nadiomar Polanco, mengungkapkan kondisi sebuah kompleks apartemen di La Guaira yang hampir sepenuhnya rata dengan tanah. 

“Sayangnya, bangunan tersebut runtuh total, dan kecil kemungkinan menemukan korban selamat. Upaya kini difokuskan pada evakuasi jenazah para korban meninggal,” kata dia.

PBB menyebut sedikitnya 17 negara telah mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela, termasuk Spanyol, Swiss, Kolombia, Meksiko, dan Amerika Serikat.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA