Dalam unggahannya di media sosial X, Azizi juga meminta Trump untuk "menghormati aturan dan menggunakan jalur aman" saat melintasi Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa perairan strategis tersebut berada di bawah kendali Iran dan memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran akan bertindak untuk menegakkan aturan jika diperlukan.
Azizi kemudian berbalik menuding AS sebagai pihak yang justru merusak upaya perdamaian. Menurutnya, Amerika kembali melancarkan serangan ke Iran ketika proses perundingan masih berlangsung, sehingga menunjukkan tidak adanya komitmen terhadap negosiasi maupun gencatan senjata.
"Sekali lagi, Amerika menyerang Iran di tengah proses negosiasi. Presiden AS yang gagal kembali membuktikan bahwa ia tidak memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip perundingan dan gencatan senjata," ujarnya, dikutip Sabtu 27 Juni 2026.
"Pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Amerika secara ceroboh ini, seperti yang selalu terjadi, hanya akan berujung pada kemunduran dan penyesalan di pihak mereka," lanjutnya.
Azizi juga menegaskan bahwa saling menyalahkan tidak lagi akan mengubah keadaan.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas tuduhan Trump yang mengklaim Iran telah melanggar gencatan senjata dengan meluncurkan drone penyerang ke arah kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Tuduhan itu dibantah keras oleh pihak Iran.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: