Optimalisasi berbagai komoditas unggulan oleh PTPN Group diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian domestik.
Perkembangan dan kesiapan PTPN Group dalam mengeksekusi agenda hilirisasi ini dibahas dalam rapat kerja antara jajaran Direksi PT Perkebunan Nusantara (Persero) dengan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, pada Kamis 6 Agustus 2026. Fokus pertemuan tertuju pada matangnya perencanaan, riset mendalam, serta formulasi model bisnis sebelum program diterapkan secara masif.
Dalam arahannya, Dony mengingatkan pentingnya melakukan skema uji coba pada skala terbatas terlebih dahulu sebelum melangkah ke eksekusi berskala besar.
“Sebelum kita mulai yang skala besar, teman-teman mesti trial dulu di skala kecil. Success rate-nya harus dilihat dulu, begitu juga return on investment yang bisa dicapai,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Ia menambahkan bahwa seluruh alokasi investasi wajib ditopang oleh studi kelayakan yang mendalam, kalkulasi produktivitas lahan yang presisi, serta rasio pengembalian modal yang menjanjikan. Di samping itu, kelestarian lingkungan menjadi perhatian utama, khususnya dalam memastikan bahwa pembukaan lahan tidak merusak area resapan air.
Lewat strategi berjenjang yang berbasis riset terukur, BP BUMN dan Danantara berkomitmen mengawal hilirisasi PTPN agar mampu menopang kemandirian nasional, meminimalkan impor, serta mencetak pertumbuhan yang berkelanjutan bagi industri perkebunan Indonesia.
BERITA TERKAIT: