Pengakuan itu disampaikannya dalam sidang Komite Anggaran Senat, setelah dokumen-dokumen baru dirilis ke publik dan memicu sorotan tajam atas hubungannya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual tersebut.
Lutnick mengatakan makan siang itu berlangsung sekitar satu jam di Little Saint James, sebuah pulau yang dikenal sebagai “Pulau Epstein”. Ia menegaskan kunjungan tersebut terjadi saat liburan keluarga, bersama istri, anak-anak, serta pengasuh mereka.
“Memang benar kami makan siang di pulau itu, tapi kami sedang berlibur bersama keluarga,” ujar Lutnick, dikutip dari
France24, Kamis 12 Januari 2026.
Kontroversi muncul karena email-email yang baru dibuka menunjukkan Lutnick masih berkomunikasi dengan Epstein setelah 2005. Hal ini bertentangan dengan pernyataannya sebelumnya yang mengklaim telah memutus semua hubungan sejak tahun tersebut. Dokumen juga memperlihatkan adanya rencana pertemuan serta keterkaitan investasi, meski Lutnick membantah terlibat langsung dalam kesepakatan bisnis itu.
Lutnick juga menyangkal pernah makan malam di rumah Epstein di New York pada 2011, walaupun arsip menunjukkan adanya rencana pertemuan pada periode tersebut. Ia menegaskan bahwa selama 14 tahun terakhir dirinya “hampir tidak berhubungan” dengan Epstein dan mengaku tidak melihat aktivitas mencurigakan selama berada di pulau itu.
Tekanan politik kian menguat. Senator Demokrat Adam Schiff menyatakan Lutnick tidak pantas menjadi Menteri Perdagangan dan harus segera mengundurkan diri. Anggota DPR Demokrat Robert Garcia menuduh Lutnick berbohong soal hubungannya dengan Epstein, sementara politisi Partai Republik Thomas Massie juga menyerukan agar ia mundur dari jabatannya.
Meski demikian, Gedung Putih masih memberikan dukungan. Juru bicara Presiden Donald Trump mengatakan presiden sepenuhnya mendukung Lutnick dan menilai ia tetap menjadi anggota penting kabinet.
Epstein sendiri ditemukan tewas di penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks anak di bawah umur. Pulau Little Saint James dikenal luas sebagai lokasi dugaan eksploitasi korban dan telah menyeret banyak tokoh berpengaruh ke dalam sorotan publik.
BERITA TERKAIT: