"Rusia sudah meningkatkan kampanye rahasianya terhadap masyarakat kita. Kita harus bersiap menghadapi skala perang yang dialami kakek-nenek atau buyut kita." kata Rutte dikutip dari
BBC, Jumat, 12 Desember 2025.
Peringatan ini muncul di tengah upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakhiri invasi penuh Rusia ke Ukraina sejak 2022.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin memastikan Moskow tidak berniat menyerang Eropa, namun siap berperang jika konflik dipicu dari pihak barat.
Pernyataan Putin ini diragukan. Rutte memperingatkan ancaman signifikan jika Rusia menang dalam agresinya.
"Bayangkan saja jika Putin berhasil mewujudkan keinginannya, Ukraina berada di bawah cengkeraman pendudukan Rusia dan risiko serangan bersenjata meningkat secara signifikan," ujarnya.
Produksi senjata Rusia meningkat drastis beberapa tahun terakhir dan membuat NATO waspada. Negara-negara Eropa disebut butuh waktu bertahun-tahun untuk mengejar produksi massal Rusia.
Rutte menegaskan, NATO harus bergerak lebih cepat meningkatkan pertahanan, baik pengeluaran, produksi senjata, maupun kesiapan militer.
"Pengeluaran dan produksi pertahanan sekutu harus meningkat pesat, angkatan bersenjata harus memiliki apa yang mereka butuhkan untuk menjaga kita tetap aman," pungkas Rutte.
BERITA TERKAIT: