Menurut laporan Pentagon pada Kamis (1/1), puluhan drone itu akan dijual ke India dengan harga 3,99 miliar dolar AS atau Rp 61 triliun.
"Sebanyak 31 drone Predator, rudal dan peralatan terkait akan dijual ke India," kata Pentagon, seperti dimuat
The Week.
Departemen Luar Negeri disebut telah memberikan persetujuan, namun keputusan finalnya harus tetap berdasarkan izin dari Kongres AS.
Proses perizinan selanjutnya mungkin akan berjalan lancar karena mayoritas anggota parlemen AS menginginkan hubungan yang lebih kuat dengan India.
Kesepakatan besar dengan AS tersebut menandai pergeseran ketergantungan India pada persenjataan Rusia.
Rusia sebelumnya merupakan pemasok senjata utama India selama dua dekade terakhir dengan total penjualan sebesar 60 miliar dolar AS atau Rp 939 triliun.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: