Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Hubungan Bilateral Irak, Mohammed Hussein Bahr Al-Uloom, dan Duta Besar Tiongkok untuk Irak, Cui Wei.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Al-Uloom menegaskan bahwa hubungan antara Irak dan Tiongkok memiliki ikatan sejarah yang dalam, terjalin selama berabad-abad dan terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.
"Selama 65 tahun terakhir, hubungan antara kedua negara telah mengalami perkembangan pesat, yang tumbuh berdasarkan saling menghormati dan keuntungan bersama sejak awal pendirian hubungan diplomatik," ujarnya, seperti dimuat
China Org, Senin (28/8).
Dalam konteks yang sama, Dubes Cui, juga menyampaikan pandangannya bahwa kedua negara memiliki persahabatan tradisional yang mendalam, dan fakta bahwa Jalur Sutra kuno telah menghubungkan kedua bangsa selama lebih dari 2.000 tahun membuktikan kedekatan ini.
Cui Wei menyoroti bagaimana selama 65 tahun terakhir, Irak dan Tiongkok telah menjaga hubungan yang saling memahami, saling percaya, dan saling mendukung. Kesempatan tersebut juga digunakan Dubes Tiongkok untuk memuji program Belt and Road Initiative negaranya, yang telah berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Irak.
"Di bawah BRI, inisiatif ini telah membawa dampak positif melalui partisipasi berbagai perusahaan Tiongkok dalam proyek-proyek minyak dan listrik di Irak, yang secara langsung berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Irak," kata Cui.
Dalam kaitannya dengan perdagangan, Cui menegaskan bahwa saat ini Irak menjadi mitra dagang terbesar ketiga bagi Tiongkok di kawasan Asia Barat dan Afrika Utara.
Sebaliknya, Tiongkok juga telah menjadi pembeli minyak terbesar dari Irak di pasar internasional, yang mencerminkan hubungan ekonomi yang kuat antara kedua negara.
BERITA TERKAIT: