Permintaan itu muncul ketika pemimpin kudeta militer Niger, Jenderal Salifou Mody, melakukan kunjungan ke Mali baru-baru ini.
Peneliti senior di Soufan Center, Wassim Nasr mengungkap, Mody melakukan pertemuan dengan pihak Wagner selama kunjungan tersebut. Pertemuan ini juga dibenarkan oleh tiga sumber Mali dan seorang diplomat Prancis.
“Mereka membutuhkan (Wagner) karena mereka akan menjadi jaminan mereka untuk memegang kekuasaan,” ujar Nasr, seperti dikutip
Associated Press, Minggu (6/8).
Ia mengatakan pihak Wagner sedang mempertimbangkan permintaan tersebut.
Junta Niger menghadapi tenggat waktu pada Minggu yang ditetapkan oleh ECOWAS untuk membebaskan dan mengembalikan Presiden Mohamed Bazoum yang terpilih secara demokratis.
Kepala pertahanan dari negara anggota ECOWAS menyelesaikan rencana intervensi pada Jumat (4/8) dan mendesak militer untuk mempersiapkan sumber daya setelah tim mediasi yang dikirim ke Niger pada Kamis (3/8) tidak diizinkan memasuki ibu kota atau bertemu dengan pemimpin junta, Jenderal Abdourahmane Tchiani.
Setelah kunjungannya ke Mali, Mody memperingatkan terhadap intervensi militer, bersumpah bahwa Niger akan melakukan apa yang diperlukan untuk tidak menjadi "Libya baru".
Niger telah dilihat sebagai mitra kontraterorisme terakhir yang dapat diandalkan dalam beberapa tahun terakhir.
BERITA TERKAIT: