Dikutip dari
Reuters, Jumat (7/7), kendaraan robot bertenaga AI itu kemungkinan bisa siap segera pada tahun depan, yang akan membantu pekerja kemanusiaan dalam mengirimkan paket makanan ke zona konflik dan bencana. Ini berarti selain bantuan bisa segera tiba, juga dapat mengurangi resiko bahaya yang sering mengancam mereka.
Serangan terhadap pekerja bantuan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di tengah jumlah konflik kekerasan tertinggi sejak Perang Dunia Kedua, menurut PBB.
Awal tahun ini saja, WFP, badan bantuan pangan PBB, telah kehilangan tiga pekerja dalam konflik Sudan.
"Terkadang terlalu berbahaya untuk mengirim pengemudi atau staf WFP. Jadi, menggunakan teknologi itu sebenarnya bisa menjadi langkah perubahan," kata Kepala Departemen Inovasi WFP, Bernhard Kowatsch.
BERITA TERKAIT: