Dalam pertemuan itu, Mesir berinisiatif mengajukan rancangan resolusi damai yang ditujukan guna mengakhiri konflik bersenjata yang telah memakan ratusan korban jiwa.
Wakil tetap Mesir di Liga Arab, Obaida el-Dandarawy mempesentasikan draft perdamaian yang berisi seruan untuk penghentian perang dari kedua pihak.
"Mesir menyerukan untuk segera menghentikan pertumpahan darah dan mulai memprioritaskan keselamatan rakyat Sudan," tegasnya, seperti dimuat
African News.
Lebih lanjut, el-Dandarawy menjelaskan bagaimana skema yang diajukan tersebut dapat mendorong terciptanya suasana yang kondusif untuk dialog penyelesaian konflik secara damai.
Pertempuran bersenjata antara militer Sudan dan paramiliter Rapid Support Force (RSF) yang meletus sejak pertengahan April lalu, telah mengakibatkan 528 orang tewas dan hampir 4.600 lainnya terluka.
Akibat kondisi mencekam tersebut, 50.000 orang memilih kabur, mencari perlindungan di negara tetangga termasuk Mesir, Republik Afrika Tengah dan Chad.
BERITA TERKAIT: