Untuk membahas hal itu, Kementerian Luar Negeri Italia akan memanggil Duta Besar Rusia Sergey Razov pada Senin (3/10) waktu setempat, seperti yang disampaikan Kedutaan Rusia di Roma dalam pernyataannya. Kedutaan Rusia akan merilis hasil dari pertemuan itu segera.
Pada Jumat (30/1) , Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara di Kremlin menyusul hasil referendum di republik rakyat Donetsk dan Luhansk dan wilayah Kherson dan Zaporizhzhia, setelah itu ia menandatangani perjanjian tentang penerimaan mereka ke Rusia .
Selain Italia, sejumlah negara termasuk Denmark , Belanda , Inggris , Swedia dan Latvia memprotes langkah Putin.
Pemanggilan Razov pada Senin juga akan membahas mengenai kebocoran pipa Nord Stream.
"Klarifikasi situasi mengenai sabotase Nord Stream ada dalam agenda pertemuan tersebut. Mereka akan mulai dengan sabotase Nord Stream dan beralih ke diskusi tentang konflik di Ukraina," kata Menteri Transisi Ekologi Italia Roberto Cingolani kepada penyiar Italia
Rai3, Minggu (2/10).
Pada hari Senin, jaringan pipa lepas pantai Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 di Laut Baltik rusak akibat ledakan dan tidak dapat beroperasi.
Pihak berwenang Swedia dan Denmark mengatakan mereka menemukan kebocoran gas yang disebabkan oleh ledakan bawah laut, dengan konsensus bahwa insiden itu adalah akibat sabotase.
Kantor Kejaksaan Agung Rusia mengatakan pada Rabu bahwa mereka sedang menyelidiki ledakan pipa sebagai tindakan sabotase dan terorisme internasional.
BERITA TERKAIT: