Pemerintah dalam pernyataannya pada Kamis (25/8) mengatakan bahwa kebijakan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga ketahanan pangan.
“Ada kebijakan untuk tidak melarang atau membatasi ekspor tepung terigu. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi sebagian dari kebijakan tersebut, untuk memastikan ketahanan pangan dan mengendalikan kenaikan harga," kata Departemen Perdagangan dan Industri India, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari
Reuters.
Langkah pembatasan dilakukan setelah New Dehli melarang ekspor gandum pada pertengahan Mei lalu demi mengamankan pasokan domestik di tengah gelombang panas yang melanda wilayah-wilayah seperti Punjab, Haryana dan Uttar Pradesh, yang mengancam panen dan membuat harga melonjak ke rekor tertinggi.
Bulan lalu, pemerintah memperpanjang kebijakan untuk tepung terigu, tetapi berhenti melarang ekspornya, sebaliknya menuntut agar pedagang mendapatkan izin sebelum mengirimkan produk ke luar negeri.
Namun, larangan ekspor gandum berdampak pada peningkatan permintaan tepung terigu India dan percepatan ekspor tepung, yang melonjak 200 persen tahun-ke-tahun antara April dan Juli 2022.
Akibatnya, harga di pasar domestik juga melonjak, memaksa pemerintah untuk campur tangan.
BERITA TERKAIT: