Salah satu upayanya dengan kunjungan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif ke Qatar.
"Saya akan menyoroti peluang investasi yang menarik di berbagai sektor Pakistan, seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, pengembangan industri dan infrastruktur, pariwisata, dan perhotelan," kata Sharif, seperti dikutip
The Straits Times, Selasa (23/8).
Menurut stafnya, perjalanan Sharif diharapkan dapat membuat Qatar menaruh sahamnya di perusahaan milik negara, seperti Pakistan International Airlines, serta mengelola bandara yang kini tengah merugi.
Di samping itu, Pakistan juga sedang mencari dukungan untuk cadangan devisanya sebesar 2 miliar dolar AS.
Pakistan yang merupakan importir utama gas alam cair (LNG) dari Qatar ini juga berharap untuk bisa mencapai kesepakatan terkait rencana penangguhan pembayaran LNG yang dibeli dengan jangka panjang.
Pada Senin (22/8), Pakistan dan Qatar telah menyetujui rancangan perjanjian yang memungkinkan pemerintah untuk menyediakan pasukan untuk keamanan di Piala Dunia yang akan digelar di Qatar pada tahun ini.
Saat ini Pakistan tengah berada dalam gejolak ekonomi dengan krisis neraca pembayaran karena cadangan devisanya telah menurun hingga 7,8 miliar dolar AS.
Cadangannya ini tidak akan cukup untuk melakukan impor selama sebulan, terlebih lagi rupee Pakistan mengalami depresiasi terhadap dolar AS serta inflasi sebesar 24,9 persen yang tercatat pada bulan Juli.
BERITA TERKAIT: