Pada Senin, helikopter militer Kuba berputar memadamkan kobaran api yang merobohkan tangki ketiga, sambil terus melakukan pencarian terhadap 16 petugas pemadam kebakaran yang hilang saat melakukan penyelamatan.
Pada Selasa pagi, api yang masih berkobar melalap tangki keempat, menghabiskan pasokan bahan bakar penting di pulau yang tengah bergulat dengan krisis energi.
Petugas pemadam kebakaran dan spesialis dari Meksiko dan Venezuela membantu memadamkan api di provinsi Matanzas dengan kapal, pesawat, dan helikopter.
Alexander Avalo, kepala kedua Brigade Pemadam Kebakaran, mengatakan suhu tinggi, asap, jarak pandang yang buruk dan kekuatan angin menyulitkan proses pemadaman.
Matanzas adalah pelabuhan terbesar Kuba untuk menerima impor minyak mentah dan bahan bakar. Minyak mentah berat Kuba, serta bahan bakar minyak dan solar yang disimpan di Matanzas, sebagian besar digunakan untuk menghasilkan listrik di pulau itu.
Pada Jumat (5/8) fasilitas tersebut terbakar setelah petir menyambar salah satu tankinya. Tangki pertama berkapasitas 50 persen dan berisi hampir 883.000 kaki kubik (25.000 meter kubik) bahan bakar. Sedangkan tangki kedua dalam keadaan penuh.
Sedikitnya satu orang tewas dan 125 lainnya terluka, dengan 16 petugas kebakaran dinyatakan hilang. Inki adalah peristiwa kebakaran terbesar yang pernah dialami negara itu.
Petugas telah mengevakuasi lebih dari 4.900 orang dan menutup pembangkit listrik termoelektrik utama pada Senin setelah kehabisan air, memicu kekhawatiran tentang pemadaman tambahan.
Pada Selasa (9/8), Angkatan Udara Revolusioner membawa tangki besar berisi 2.500 liter air yang dikumpulkan di Teluk Matanzas.
Kebakaran itu terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah mengumumkan pemadaman yang dijadwalkan untuk ibu kota Havana di tengah musim panas yang terik.
BERITA TERKAIT: