Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei menyampaikan belasungkawanya. Ia mendesak pihak berwenang untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk membantu para korban dan memperbaiki kerusakan.
"Banjir yang mengerikan dan merusak yang terjadi di berbagai bagian negara telah menimbulkan luka fisik, finansial, dan emosional, pada sejumlah orang yang kita sayangi," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita
IRNA, Minggu (31/7).
"Saya ingin menyampaikan simpati yang mendalam kepada semua orang yang dicintai ini dan belasungkawa kepada para korban ini," lanjutnya.
Khamenei juga menyatakan simpati dan penghargaannya kepada petugas yang dengan cepat turun ke daerah yang dilanda banjir. Ucapan simpati juga ditujukan kepada kelompok bantuan populer untuk membantu para korban.
"Adalah tugas kita semua untuk melanjutkan langkah-langkah kemanusiaan ini, dan melakukan upaya terus-menerus untuk mengurangi efek dari peristiwa yang menyakitkan ini," katanya.
Korban tewas akibat banjir baru-baru ini di Iran telah meningkat menjadi 69 orang.
Nejad Jahani, seorang deputi Organisasi Manajemen Krisis negara itu mengatakan 24 dari 31 provinsi Iran menghadapi banjir yang telah menyebabkan 45 orang hilang dan merusak 20.000 rumah. Dia menambahkan bahwa enam warga Irak termasuk di antara yang tewas.
Pada Sabtu, Presiden Iran Seyed Ebrahim Raesi melakukan kunjungan mendadak ke daerah yang terkena dampak banjir baru-baru ini di Timur ibukota Teheran.
Operasi bantuan masih berlangsung di tengah peringatan banjir di banyak daerah di mana orang disarankan untuk menjauh dari tepi sungai dan lembah.
BERITA TERKAIT: