Kondisi ini meredakan kekhawatiran negara Asia atas perlunya kenaikan suku bunga agresif yang berkelanjutan oleh Federal Reserve AS.
Seperti dikutip dari
Reuters, Rupee yang dapat dikonversi sebagian diperdagangkan senilai 79,40/41 terhadap pada Kamis (28/7), dan ditutup di angka 79,7550. Jumlah ini naik ke angka tertinggi 79,3925 sejak awal perdagangan 11 Juli.
Para investor menafsirkan penyusutan ekonomi AS menjadi alasan Federal Reserve mengurangi pengetatan.
Penurunan level dolar AS mengakibatkan peningkatan signifikan pada sebagian besar mata uang Asia.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: