“Kami akan kembali pada siang hari dengan pemberitahuan khusus tentang korban manusia dan material serta konsekuensi yang akan diambil. Kami juga akan mempertimbangkan proses penarikan MONUSCO yang sudah dimulai," cuit juru bicara pemerintah Patrick Muyaya di Twitter pada Selasa (26/7).
Sebelumnya,
Reuters melaporkan bahwa setidaknya dua demonstran telah ditembak mati oleh pasukan penjaga perdamaian PBB.
Seperti dikutip dari
Al-Jazeera, seorang wartawan AFP juga melaporkan melihat dengan jelas bahwa seorang tentara PBB telah menembak mati seorang pengunjuk rasa di tengah ricuhnya aksi protes tersebut.
Demonstrasi yang dilakukan sejak Senin (25/7) bertujuan untuk mengakhiri operasi penjaga perdamaian PBB MONUSCO akibat ketidakefektifanya dalam menangani kelompok-kelompok bersenjata dan melindungi penduduk setempat.
Protes tersebut kemudian berubah menjadi kekerasan ketika pengunjuk rasa menyerbu dan menjarah markas lokal misi dan pangkalan logistik milik penjaga perdamaian PBB di Kongo.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: