Ada 15 perjanjian dan dan nota kesepahaman di berbagai bidang mulai dari energi hingga pembangunan berkelanjutan, keadilan dan usaha mikro, yang ditandatangani kedua pemimpin.
Draghi mengatakan, Aljazair adalah mitra yang sangat penting bagi Italia di sektor energi, industri dan bisnis.
Tidak hanya itu, Aljazair juga mitra dalam perang melawan kriminalitas, dan dalam mencari perdamaian dan stabilitas di Mediterania.
"Bahkan Aljazair telah menjadi pemasok gas terbesar bagi Italia dalam beberapa bulan terakhir," katanya, seperti dikutip dari
AFP.Italia membeli sebagian besar gas alamnya dari luar negeri, dengan sekitar 45 persen impornya secara historis berasal dari Rusia. Sementara, Aljazair adalah pengekspor gas terbesar Afrika dan memasok sekitar 11 persen dari gas alam yang dikonsumsi di Eropa.
Impor gas Aljazair ke Italia bukanlah hal baru. Negara Maghreb itu telah mengekspor sejumlah besar sekitar 6,4 miliar meter kubik gas Aljazair selama kuartal pertama tahun 2021 , 109 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Sejak sanksi Eropa diluncurkan untuk bahan bakar Rusia, Italia mengalihkan pasokannya kepada Aljazair, yang secara historis adalah pemasok terbesar kedua.
Draghi sebelumnya mengunjungi Aljir pada bulan April, ketika dia membuat kesepakatan untuk secara progresif meningkatkan pengiriman melalui pipa Transmed hingga sembilan miliar meter kubik per tahun pada 2023-2024.
BERITA TERKAIT: