Kementerian Pertambangan Guinea pada 3 Juli, memerintahkan semua penghentian proyek deposit bijih besi Simandou karena WCS dan Rio Tinto telah melewati tenggat waktu yang diperpanjang untuk menyetujui usaha patungan dengan pemerintah.
"Usaha patungan itu dimaksudkan untuk menutupi infrastruktur kereta api dan pelabuhan yang akan digunakan perusahaan untuk mengekspor bijih besi," ungkap pihak Guinea seperti dilaporkan
Reuters pada Selasa (19/7).
Oleh karena itu WCS memaksa pekerja untuk mengambil cuti satu bulan, dan jika proyek tidak dimulai kembali setelah itu, maka mereka terpaksa harus diberhentikan.
Diskusi antara WCS, Rio Tinto, dan junta yang berkuasa di Guinea, menemui jalan buntu karena kedua perusahaan tersebut melawan permintaan pemerintah atas 15 persen saham yang tidak dapat dicairkan secara bebas di kereta api dan pelabuhan JV.
Menurut situs web konsorsium, pemegang saham WCS termasuk perusahaan pelayaran Singapura Winning Group, raksasa aluminium China China Hongqiao, dan perusahaan logistik Guinea UMS.
BERITA TERKAIT: