Seperti dikutip dari
The Guardian, kedua orang itu duduk bersama kontingen media, tetapi satu di antaranya teridentifikasi sebagai pejabat kedutaan China oleh seorang jurnalis Fiji, Lice Movono.
Movono mengatakan dia mengenalinya karena telah bertemu dan berinteraksi dengannya setidaknya tiga kali, termasuk selama kunjungan menteri luar negeri China, Wang Yi, ke Suva bulan lalu.
“Dia adalah salah satu orang yang menyingkirkan kami (wartawan) bulan lalu saat mencoba mewawancarai Wang Yi,†katanya.
Oleh sebab itu, Movano mendatangi orang tersebut dan bertanya apakah ia datang ke forum sebagai pejabat kedutaan China atau sebagai wartawan Xinhua (kantor berita China).
"Dia menggelengkan kepalanya seolah-olah menunjukkan bahwa dia tidak mampu berbicara bahasa Inggris," ungkapnya.
Akhirnya Movono memberi tahu kepada pihak petugas protokol dan polisi Fiji yang kemudian mengawal kedua pria itu keluar dari ruangan.
Sumber-sumber diplomatik mengkonfirmasi bahwa kedua orang tersebut merupakan atase pertahanan dan wakil atase pertahanan dari China, dan bagian dari kedutaan besar China di Fiji.
Insiden itu terjadi setelah meningkatnya keterlibatan China di kawasan dalam beberapa bulan terakhir yang turut meningkatkan ketegangan di Forum Kepulauan Pasifik tahun ini.
Sama halnya dengan AS, China merupakan negara mitra Kepulauan Pasifik. Namun China tidak diberikan kehormatan yang sama dengan AS, karena tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri pertemuan dialog pasca-forum.
Pihak Kepulauan Pasifik meyakini bahwa China akan menggunakan pertemuan tersebut untuk memperkenalkan kembali versi baru dari kesepakatan ekonomi dan keamanan yang dipresentasikan kepada 10 pemimpin Pasifik bulan lalu, tetapi ditolak.
BERITA TERKAIT: