
Komisi Tinggi India dengan cepat membantah laporan bahwa pihaknya membantu Presiden Gotabaya Rajapaksa dan saudaranya, Basil Rajapaksa, untuk meninggalkan Sri Lanka.
Rajapaksa berhasil meninggalkan Sri Lanka menggunakan jet militer ke Maladewa pada Rabu (13/7), setelah sebelumnya upaya untuk meninggalkan negara tersebut gagal dicegat imigrasi.
Banyak media menyebut India turut serta memfasilitasi upaya Rajapaksa untuk meninggalkan Sri Lanka. Namun India langsung membantah tuduhan tersebut, dengan menyebutnya tidak berdasar dan hanya spekulasi belaka.
“Komisi Tinggi dengan tegas menyangkal laporan media yang tidak berdasar dan spekulatif bahwa India memfasilitasi perjalanan yang dilaporkan baru-baru ini dari Presiden Gotabaya Rajapaksa keluar dari Sri Lanka,†tulisnya pada Rabu pagi.
Komisaris Tinggi India menegaskan kembali bahwa India akan terus mendukung rakyat Sri Lanka yang ingin mewujudkan aspirasi demi kemakmuran dan kemajuan negara melalui penerapan demokrasi.
Spekulasi tentang peran India telah berlangsung sejak pengambilalihan Istana Kepresidenan pada Sabtu (9/7) oleh pengunjuk rasa.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: