Dituding Memata-matai Jerman, Rusia Ingatkan Praktik Penyadapan Amerika Terhadap Angela Merkel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 06 Juni 2022, 11:13 WIB
Dituding Memata-matai Jerman, Rusia Ingatkan Praktik Penyadapan Amerika Terhadap Angela Merkel
Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser/Net
rmol news logo Tudingan pejabat Jerman bahwa Rusia kemungkinan akan menyadap kantor-kantor pemerintah di Berlin mendapat tanggapan dari Moskow.

Sambil mengingatkan akan praktik penyadapan Amerika, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova membantah tudingan yang dilontarkan Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser.

"Nancy Faeser lupa menambahkan bahwa pejabat Jerman selalu disadap oleh Amerika," kata Zakharova dalam posting Telegram menanggapi Menlu Jerman, seperti dikutip dari RT, Minggu (6/6).

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman Bild pada Sabtu (5/5), Faeser mengatakan kementeriannya mengawasi praktik intelijen yang digunakan pemerintah Rusia.

Kewaspadaan inilah, menurut pejabat itu, yang menyebabkan Berlin mengusir 40 staf kedutaan Rusia pada April. Faeser mengklaim mereka bekerja untuk dinas intelijen Rusia.

Moskow dengan keras membantah tuduhan itu dan menanggapi dengan pengusiran 40 diplomat Jerman.

Laporan Bild selanjutnya mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya dari Kantor Federal Jerman untuk Perlindungan Konstitusi yang mengatakan bahwa di daerah sensitif seperti kantor pemerintah di Berlin, risiko penyadapan dan ancaman pengumpulan data yang tidak sah adalah nyata dan seharusnya tidak diremehkan.

Praktik penyadapan yang dilakukan AS di Jerman telah terbukti ketika pada 2013, terungkap bahwa ponsel Kanselir Angela Merkel saat itu telah dipantau oleh NSA sebagai bagian dari operasi penyadapan sistematis di seluruh dunia. Merkel saat itu megeluarkan pernyataan yang cukup terkenal "memata-matai teman tidak dapat diterima."

Juga pada Mei lalu, penyiar negara Denmark DR melaporkan bahwa NSA telah berkolusi dengan unit intelijen asing Denmark untuk memata-matai pejabat di beberapa negara tetangga, termasuk Jerman, setidaknya dari 2012 hingga 2014.

Menurut pengungkapan berdasarkan penyelidikan internal Badan Intelijen Pertahanan Denmark tahun 2015, Merkel, bersama dengan Menteri Luar Negeri Frank-Walter Steinmeier dan mantan pemimpin oposisi Peer Steinbrueck, termasuk di antara target. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA