Dituding Ikut Perkuat Propaganda Kremlin, China: Justru Pejabat dan Media AS yang Suka Tebar Disinformasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 05 Mei 2022, 12:31 WIB
Dituding Ikut Perkuat Propaganda Kremlin, China: Justru Pejabat dan Media AS yang Suka Tebar Disinformasi
Ilustrasi/Net
rmol news logo Tudingan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang mengklaim bahwa pejabat dan media China ikut memperkuat propaganda Kremlin, teori konspirasi, dan disinformasi tentang masalah Ukraina mendapat bantahan dari Kedutaan Besar China di AS.

Disampaikan juru bicara kedutaan, China menolak tegas pernyataan Washington, yang berjudul "Upaya Republik Rakyat China untuk Memperkuat Suara Kremlin di Ukraina" sambil menegaskan sikap netralnya atas krisis tersebut.
 
"Posisi China dalam masalah Ukraina tidak memihak, objektif dan tidak tercela," kata juru bicara kedutaan, menanggapi pernyataan Deplu AS di situsnya, seperti dikutip dari CGTN.

"Ketika datang untuk menyebarkan disinformasi, pihak AS harus serius merenungkan dirinya sendiri," kata juru bicara itu.

"Para pejabat dan media AS-lah yang telah menyebarkan desas-desus seperti yang diketahui China sebelumnya dan secara diam-diam mendukung aksi militer Rusia, karena China membantu Rusia menghindari sanksi dan memberikan dukungan militer kepada Rusia. Ini adalah disinformasi dalam segala hal," lanjutnya.

China telah berulang kali membantah memiliki pengetahuan lebih awal tentang langkah Rusia , diam-diam mendukung operasi Rusia, atau memberikan bantuan militer ke Rusia.

"Sebagian besar negara di dunia mendukung penyelesaian konflik Rusia-Ukraina melalui dialog dan negosiasi, dan tidak ada dari mereka yang ingin melihat situasi meningkat atau bahkan lepas kendali. Ini bukan disinformasi," tambah juru bicara itu.

“Dalam dokumen kerja yang diserahkan AS pada pertemuan Negara Pihak Konvensi Senjata Biologis (BWC) pada November 2021, AS mengakui memiliki 26 biolab di Ukraina. Menurut lembar fakta yang dirilis Departemen Pertahanan pada Maret 2022, AS mendukung 46 fasilitas di Ukraina. Ini bukan disinformasi," katanya.

Jubir melanjutkan dengan mengatakan bahwa sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, China dan AS harus melakukan upaya bersama untuk memfasilitasi penyelesaian politik krisis dan gencatan senjata sesegera mungkin, sambil meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Ukraina dan melindungi warga sipil. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA