Mengutip sumber di perusahaan energi Rusia, Gazprom,
Bloomberg menyebut sepuluh perusahaan Eropa telah membuka rekening di Gazprombank. Itu dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pembayaran Rusia.
Meski begitu, ada sejumlah negara yang menolak persyaratan Kremlin untuk membayar gas menggunakan rubel.
Pada Rabu (27/4), Rusia telah menghentikan pasokan gasnya ke Polandia dan Bulgaria lantaran dua negara tersebut enggan membayar gas dalam rubel.
Pembayaran gas berikutnya dari kedua negara tersebut dijadwalkan pada paruh kedua bulan Mei.
Selain Polandia dan Bulgaria, tidak ada negara Eropa lain yang melaporkan pemotongan gas Rusia.
Sejauh ini, Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner mengatakan tidak ada sinyal bahwa Rusia akan menghentikan pengiriman gas ke Jerman, pembeli terbesar gas Rusia.
BERITA TERKAIT: