Menurut laporan
Hindustan News Hub yang mengutip media Rusia
Meduza pada Rabu (27/4), DPR dan LPR berencana untuk menggelar referendum tersebut pada 14-15 Mei, setelah perayaan Hari Kemenangan.
Kendati begitu, sejauh ini, Ukraina masih menguasai banyak pemukiman besar di wilayah tersebut, seperti Severodonetsk, Slavyansk, Kramatorsk.
Dikatakan, referendum juga dapat dilakukan pada tanggal yang sama di wilayah Kherson, yang sebagian diduduki oleh Rusia.
Nantinya, referendum terkait dengan pembentukan Republik Rakyat Kherson yang independen, meniru DPR dan LPR. Setelahnya, RRK juga bisa masuk ke dalam Federasi Rusia.
Sumber
Meduza menyebut, referendum pada awalnya akan dilakukan pada akhir April, namun ditunda karena kegagalan tentara Rusia menguasai Ukraina.
Adapun referendum di DPR, LPR, dan Kherson saat ini ditangani oleh kepala departemen kebijakan internal Kremlin, Andrey Yarin. Kremlin juga sudah mengubah orang yang bertanggung jawab atas Donbass, menjadi kepala wakil kepala pertama administrasi kepresidenan, Sergei Kiriyenko.
Kiriyenko dan Yarin akan bekerja berpasangan. Direncanakan mereka akan menjadi administrasi politik dan militer di wilayah tersebut.
BERITA TERKAIT: