Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockhorm (SIPRI) pada Senin (25/4), total pengeluaran militer naik 0,7 persen dari tahun sebelumnya dan mencapai 2,113 triliun dolar AS.
Dikatakan beban militer global, atau pengeluaran militer dunia sebagai bagian dari produk domestik bruto (PDB) dunia, turun 0,1 poin persentase dari 2,3 persen pada 2020, menjadi 2,2 persen pada 2021.
Lima pembelanja terbesar pada tahun 2021 adalah Amerika Serikat (AS), China, India, Inggris dan Rusia. Kelimanya bersama-sama menyumbang 62 persen dari pengeluaran militer dunia.
Peneliti SIPRI, Alexandra Marksteiner, mengatakan AS lebih fokus pada teknologi generasi berikutnya,
"Pemerintah AS telah berulang kali menekankan perlunya mempertahankan keunggulan teknologi militer AS atas pesaing strategis," ujarnya, seperti dikutip
Anadolu Agency.
Sementara itu Rusia meningkatkan pengeluaran militernya sebesar 2,9 persen pada tahun 2021 menjadi 65,9 miliar dolar AS, pada saat membangun pasukannya di sepanjang perbatasan
Selama tiga tahun terakhir, Ukraina telah meningkatkan pengeluaran militernya mencapai 4,1 persen dari PDB tahun 2021.
Pengeluaran militer Ukraina juga meningkat sebesar 72 persen sejak aneksasi Krimea pada tahun 2014.
BERITA TERKAIT: