Rajapaksa melantik jajaran menterinya pada Senin (18/4) dalam skala kecil dan terbatas untuk memastikan kelancaran fungsi pemerintah.
"Kabinet baru akan dilantik hari ini. Presiden dan Perdana Menteri (Mahinda Rajapaksa) akan melanjutkan (pemerintahan). Beberapa wajah baru dan muda akan diambil sebagai menteri kabinet," kata seorang anggota parlemen, seperti dikutip
ANI News.
Seluruh kabinet Sri Lanka mengundurkan diri pada minggu pertama April karena protes anti-pemerintah besar-besaran.
Sebuah partai oposisi di Sri Lanka menentang keputusan presiden untuk menunjuk kabinet baru dengan menteri-menteri yang tidak berpengalaman.
Kabinet baru tampaknya menghadapi tantangan berat di tengah aksi protes dan juga menjelang sidang parlemen pada 19 April.
Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi parah karena utang yang menumpuk, dampak pandemi, hingga perang di Ukraina. Akibat kekurangan devisa, negara sulit mengimpor makanan dan bahan bakar.
Situasi ini kemudian memicu protes besar-besaran, menuntut pengunduran diri pemerintahan yang dipimpin keluarga Rajapaksa.
BERITA TERKAIT: