Menteri Keuangan Lindner Akui Perang Rusia-Ukraina Bikin Jerman Jadi Lebih Miskin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 04 April 2022, 08:19 WIB
Menteri Keuangan Lindner Akui Perang Rusia-Ukraina Bikin Jerman Jadi Lebih Miskin
Menteri Keuangan Christian Lindner/Net
rmol news logo Konflik Rusia dan Ukraina mulai membawa kesulitan bagi Jerman, begitu pengakuan Menteri Keuangan Christian Lindner.

Dalam wawancaranya dengan tabloid Bild yang diterbitkan pada Minggu (3/4), Lindner mengatakan bahwa Jerman sudah membayar harga untuk kampanye militer Rusia di Ukraina.

"Perang Ukraina membuat kita semua lebih miskin, misalnya, karena kita harus membayar lebih untuk energi impor," kata Lindner.

"Pemerintah tidak dapat mengimbangi kerugian ini,” lanjutnya.

Lindner mengakui bahwa keadaan ekonomi nasional saat ini telah membawa kekhawatiran serius baginya, mengutip pertumbuhan yang lesu dan kenaikan harga.  

Namun demikian, Lindner meyakinkan bahwa pemerintah melakukan semua yang bisa dilakukan untuk menghindari ancaman yang disebut stagflasi - periode ketika inflasi dan konstraksi terjadi secara bersamaan, yang timbul dari pertumbuhan ekonomi yang lambat.

"Di antara langkah-langkah yang diambil Berlin adalah bantuan untuk kelas menengah, dukungan untuk lapisan masyarakat yang rentan secara ekonomi, dan bisnis yang berisiko," kata Lindner.  

Namun, karena sumber daya keuangan negara terbatas, semua program bantuan ini dimaksudkan untuk sementara saja, kata para pejabat.

Untuk jangka panjangnya, Jerman harus membangun fondasi kemakmuran baru, menurut Lindner. Ia memperingatkan, perhatian khusus harus ditempatkan pada aspek sosial dan ekologi.

Bagaimana pun sulitnya situasi saat ini, ia berjanji, bahwa  "tidak ada orang Jerman yang akan membeku pada musim dingin mendatang, karena Berlin membangun cadangan dan memanfaatkan sumber pasokan alternatif," kata Lindner.

Terlepas dari kesengsaraan ekonomi dan pengeluaran besar-besaran  dalam anggaran Jerman, Lindner juga berjanji tidak akan ada kenaikan pajak di negaranya tahun ini.

Bahkan, menurutnya, beberapa pajak bahkan akan dipotong, agar tidak merusak pemulihan ekonomi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA