Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, India tidak melanggar sanksi yang diterapkan AS terhadap Rusia jika membeli minyak dari Moskow. Namun keputusan tersebut akan mengindikasikan posisi India yang mendukung invasi Rusia ke Ukraina.
"Saya tidak berpikir hal itu akan melanggar (sanksi), tapi pikirkan juga di mana Anda ingin berdiri," kata Psaki, seperti dikutip
ANI News.
"Ketika buku-buku sejarah ditulis pada saat ini, dukungan untuk Rusia, kepemimpinan Rusia, adalah dukungan untuk invasi yang jelas memiliki dampak yang menghancurkan," lanjutnya.
Psaki kemudian menekankan agar seluruh negara mematuhi sanksi yang telah diterapkan oleh AS sebagai tanggapan keputusan Presiden Vladimir Putin untuk menginvasi Ukraina.
Sejauh ini, India sendiri tidak memberikan "kutukan" atas invasi Rusia ke Ukraina. India juga abstain dalam pemungutan suara di PBB yang mengecam agresi Rusia.
Dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat AS telah mengatakan mereka ingin India menjauhkan diri dari Rusia. Namun India dikenal memiliki ketergantungannya yang besar pada Moskow untuk segala hal mulai dari senjata dan amunisi hingga rudal dan jet tempur.
Sebuah rilis pemerintah Rusia pekan lalu menyebut ekspor minyak dan produk minyak Rusia ke India telah mendekati 1 miliar dolar AS, dan ada peluang yang jelas untuk meningkatkan angka ini.
Menurut beberapa laporan media, penyulingan terbesar India, Indian Oil Corp, membeli 3 juta barel minyak mentah Rusia, transaksi pertama sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.
BERITA TERKAIT: