Begitu yang dikatakan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrei Fedorov kepada
Al Jazeera pada Minggu (27/2).
Fedorov sendiri berharap agar kedua belah pihak dapat melakukan pembicaraan, meski di tengah serangan skala penuh dari Rusia terhadap Ukraina.
“Seharusnya ada pembicaraan yang berlangsung tanpa prasyarat. Saya tahu posisi teman-teman saya di Kiev dan kepemimpinan Ukraina. Mereka siap untuk duduk dan berbicara, tetapi tanpa prasyarat," ujarnya.
Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan di sebuah tempat dekat perbatasan Belarusia. Pembicaraan itu akan diadakan tanpa prasyarat dan merupakan hasil dari panggilan telepon antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko.
Fedorov juga mengatakan perlawanan di Ukraina dan sanksi yang diberlakukan oleh Barat lebih kuat dari yang diperkirakan Rusia sebelum kekerasan dimulai.
Sekutu Barat Ukraina telah menjatuhkan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai tanggapan atas invasi darat, laut, dan udara Rusia. Salah satunya adalah menyingkirkan bank-bank Rusia dari sistem perbankan global SWIFT.
BERITA TERKAIT: