Rusia pun bergerak menyiapkan proses evakuasi untuk melindungi warga.
Putin meminta jajarannya untuk menyiapkan segala keperluan, tempat tinggal sementara, kebutuhan hari-hari, dan memerintahkan agar para pengungsi yang tiba di Rostov, tempat evakuasi, diberi bekal masing-masing sebanyak 10.000 rubel.
Petugas situasi darurat Rusia serta pejabat sanitasi sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut untuk memberikan dukungannya.
Sebanyak 80 bus berisi ratusan pengungsi yang isinya mayoritas wanita dan anak-anak di Wilayah Rostov yang berbatasan dengan Ukraina, pada Jumat malam.akan evakuasi terjadi setelah muncul perintah dari otoritas republik Rakyat Donetsk dan Lugansk menjelang kemungkinan aksi militer Ukraina.
Ketua Duma Negara Vyacheslav Volodin mengatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya ketegangan di dua wilayah itu, dan mengungkapkan bahwa Rusia siap memberikan bantuannya.
"Rusia tidak menginginkan perang. Presiden kami, Vladimir Putin, berulang kali mengatakan hal ini. Namun, jika bahaya mengancam kehidupan Rusia dan rekan senegaranya yang tinggal di DPR dan LPR, negara kita akan membela mereka," katanya di Telegram, seperti dikutip dari
TASS, Sabtu (19/2).
Donetsk dan Lugansk mengatakan bahwa mereka telah mengimbau agar penduduk segera pergi mengungsi sejak Kamis (17/2). Evakuasi dilakukan pada Jumat atas dukungan dari Rusia.
Donetsk dan Lugansk sejauh ini dikuasai oleh separais
BERITA TERKAIT: