Dilaporkan
CGTN Kamis (17/2), kedua negara sepakat memperdalam kerja sama bilateral pada tahap berikutnya di berbagai bidang seperti pertanian, manufaktur hijau, keuangan, dan penerbangan.
Mengingat dua percakapan teleponnya dengan Macron dan dua KTT video China-Prancis-Jerman pada tahun 2021, Xi mengatakan bahwa upaya bersama mereka telah membuat pencapaian yang bermanfaat.
"Tahun lalu, perdagangan bilateral antara China dan Prancis melebihi 80 miliar dolar AS, dan impor produk pertanian China dari Prancis meningkat 40 persen dari tahun ke tahun," kata Xi.
Kepada Macron, Xi mengatakan bahwa China siap bekerja dengan Prancis untuk memastikan keberhasilan KTT China-UE.
"China bersedia bekerja sama dengan Prancis untuk memastikan keberhasilan putaran baru dialog tingkat tinggi tentang urusan strategis, ekonomi dan perdagangan, hijau, digital, dan orang-ke-orang, dan memajukan perjanjian investasi antara China dan UE," ujar Xi.
Sementara itu Macron pada gilirannya menyatakan harapan agar Prancis dapat memperdalam kemitraan strategis komprehensifnya dengan China, terlebih mengingat situasi internasional yang saat ini penuh dengan ketegangan dan turbulensi.
Presiden Prancis juga mengaku bahwa ia puas dengan pencapaian besar kerja sama dengan China di bidang teknologi, pertanian, penerbangan, dan energi nuklir dalam beberapa tahun terakhir.
"Sebagai pemegang kursi kepresidenan Dewan UE pada paruh pertama tahun 2022, Prancis akan melakukan segala upaya untuk memajukan agenda positif antara UE dan China," kata Macron, seraya menyatakan dukungan atas penyelenggaraan even Olimpiade Beijing 2022.
"Prancis selalu mendukung penuh keberhasilan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Beijing," katanya.
Pada kesempatan itu Macron juga memperkenalkan pandangannya tentang situasi saat ini di Ukraina.
Menanggapi itu, Xi mengatakan pihak terkait harus tetap berpegang pada arah umum penyelesaian politik, memanfaatkan sepenuhnya platform multilateral termasuk format Normandia, dan mencari penyelesaian komprehensif masalah Ukraina melalui dialog dan konsultasi.
Diskusi terbaru antara Macron dan Xi terjadi beberapa hari setelah pertemuan Presiden Prancis dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.
BERITA TERKAIT: