Berbicara dalam konferensi pers pada Minggu (13/2), Karzai menekankan bahwa dana yang dibekukan AS tersebut merupakan milik rakyat Afghanistan, bukan pemerintahan mana pun.
"Uang ini bukan milik pemerintah mana pun. Sebagian besar uang ini dikumpulkan selama masa jabatan saya. Tapi itu bukan uang pemerintahan saya. Bukan juga pemerintahan setelah saya, yang dipimpin Dr Ashraf Ghani, atau pemerintahan hari ini," ujarnya, seperti dikutip
Sputnik.
“Uang ini milik rakyat Afghanistan. Ini adalah milik rakyat Afganistan. Saya meminta Presiden Joe Biden untuk mempertimbangkan kembali keputusannya dan mengembalikan totalitas aset Afghanistan, cadangan kembali kepada rakyat Afghanistan," tambahnya.
Berdasarkan perintah eksekutif yang ditandatangani Biden pada Jumat (11/2), AS akan membagi 7 miliar dana Bank Sentral Afghanistan yang dibekukan, menjadi 3,5 miliar dolar AS untuk distribusi kemanusiaan ke Afghanistan, dan 3,5 miliar dolar AS lainnya membayar kompensasi korban serangan teror 9/11.
Karzai menyebut, rakyat Afghanistan tidak bertanggung jawab atas 9/11 sehingga tidak adil jika dana tersebut dialihkan untuk kompensasi.
Alih-alih, ia mengatakan, rakyat Afghanistan juga merupakan korban yang telah menderita selama berdekade-dekade.
“Kami bersimpati dengan mereka (korban 9/11), tetapi orang Afghanistan sama menjadi korban yang kehilangan nyawa mereka. Menahan uang atau menyita uang dari orang-orang Afghanistan atas nama mereka adalah tidak adil dan merupakan kekejaman terhadap orang-orang Afghanistan," tekannya.
BERITA TERKAIT: