Perkiraan Invasi Rusia ke Ukraina Makin Dekat, Taiwan Ketar-ketir Takut Diserang China

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 13 Februari 2022, 08:18 WIB
Perkiraan Invasi Rusia ke Ukraina Makin Dekat, Taiwan Ketar-ketir Takut Diserang China
Militer Taiwan/Net
rmol news logo Terlepas dari kekhawatiran global terkait rencana invasi Rusia ke Ukraina, Taiwan sendiri dibuat gelisah dengan kemungkinan langkah China yang memanfaatkan situasi untuk menyerang Pulau Formosa.

Kantor kepresidenan Taiwan pada Sabtu (12/2) mengatakan pihaknya tengah mengamati dengan cermat situasi di Selat Taiwan dan meningkatkan kesiapsiagaan sebagai respons meningkatnya ketegangan di perbatasan Rusia-Ukraina.

"Semua unit militer terus memperhatikan situasi di Ukraina dan pergerakan di Selat Taiwan, terus memperkuat intelijen dan pengawasan bersama, dan secara bertahap meningkatkan kesiapan tempur dalam menanggapi berbagai tanda serta ancaman," begitu pernyataan kantor kepresidenan yang dikutip Reuters.

Dalam sebuah wawancara pada Jumat (11/2), Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan pihaknya mengawasi dengan sangat hati-hati apakah China akan mengambil keuntungan dari Barat yang terganggu oleh situasi Ukraina untuk menyerang pulau itu.

Namun mengingat China yang masih menggelar Olimpiade Musim Dingin Beijing, ia menilai, kemungkinan tidak akan ada langkah besar yang dilakukan Beijing.

"Akan sangat sulit untuk mengatakan bahwa setelah Olimpiade Musim Dingin berakhir apakah Rusia akan melancarkan serangan terhadap Ukraina atau apakah China akan berpikir untuk menggunakan kekuatan militernya melawan Taiwan," kata Wu.

Bulan lalu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen membentuk kelompok kerja Ukraina di bawah Dewan Keamanan Nasional untuk mengawasi perkembangan dan kemungkinan dampaknya terhadap keamanan Taiwan.

Berdasarkan laporan intelijen AS, Rusia telah mengumpulkan kekuatan yang cukup untuk menginvasi Ukraina dalam waktu dekat.

Laporan tersebut juga mendorong Presiden AS Joe Biden melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Biden menegaskan AS dan sekutu-sekutunya siap memberikan konsekuensi jika Rusia menginvasi Ukraina.

Sementara itu, China yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya telah mengintensifkan aktivitas militer di dekat pulau tersebut.

Bulan lalu, Taiwan melaporkan serangan udara terbesar China ke zona pertahanan Taiwan sejak Oktober. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA