Iran: Jika Kembali ke Kesepakatan Nuklir, AS Harus Beri Jaminan Politik, Hukum, dan Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 06 Februari 2022, 08:42 WIB
Iran: Jika Kembali ke Kesepakatan Nuklir, AS Harus Beri Jaminan Politik, Hukum, dan Ekonomi
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian/Net
rmol news logo Iran meminta jaminan dari Amerika Serikat (AS) untuk memberikan keringanan sanksi kepada Teheran jika ingin membangkitkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan, jaminan bagi Bawat untuk memenuhi kewajiban mereka juga menjadi penting.

"Pencabutan beberapa sanksi dengan sendirinya dapat diterjemahkan menjadi itikad baik. Sementara yang di atas kertas itu bagus, tapi itu tidak cukup," kata Amirabdollahian, seperti dikutip Reuters, Sabtu (6/2).

“Kami menuntut jaminan di bidang politik, hukum, dan ekonomi. Kesepakatan tertentu telah tercapai," tambahnya.

Pada Jumat (4/2), AS memulihkan keringanan untuk mengizinkan proyek kerja sama nuklir internasional, karena pembicaraan tidak langsung AS-Iran tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir memasuki tahap terakhir di Wina.

Pengabaian yang dipulihkan oleh Washington telah memungkinkan perusahaan Rusia, China dan Eropa untuk melakukan pekerjaan non-proliferasi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA