Menurut laporan radio lokal yang dikutip
Reuters, korban tewas dalam upaya kudeta pada Selasa (1/2) termasuk empat penyerang dan dua anggota pengawal presiden.
Sementara itu, Presiden Umaro Sissoco Embalo mengumumkan bahwa situasi sudah terkendali dan berada di bawah kontrol pemerintah.
Pada Selasa, suara tembakan terdengar di dekat Istana Pemerintah di Bissau. Ketika itu Embalo dan Perdana Menteri Nuno Gomes Nabiam tengah mengadakan pertemuan luar biasa dengan Dewan Menteri.
Video yang tersebar di media sosial menunjukkan orang-orang bersenjata berada di jalan-jalan kota.
Sejauh ini belum jelas siapa yang berada di balik serangan itu, yang menurut Embalo bukan hanya kudeta yang gagal tetapi juga upaya pembunuhan.
Dalam sebuah video, presiden menyatakan kudeta dilakukan oknum tentara yang mungkin terkait dengan perdagangan narkoba.
Guinea-Bissau telah mengalami 10 upaya kudeta sejak kemerdekaannya dari Portugal pada 1974. Hanya satu presiden yang dipilih secara demokratis yang menyelesaikan masa jabatan penuh.
BERITA TERKAIT: