Di tengah berbagai kemungkinan, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Wendy Sherman mengaku ada potensi gelaran Olimpiade Musim Dingin Beijing dapat memengaruhi kalkulasi Presiden Rusia Vladimir Putin terkait invasi ke Ukraina.
Berbicara dalam sebuah acara lembaga think-tank Eropa secara virtual pada Rabu (26/1), Sherman mengatakan, Presiden China Xi Jinping tidak akan senang jika Putin memilih periode Olimpiade Beijing untuk menyerang Ukraina.
"Olimpiade Beijing akan dimulai pada awal Februari dan Putin berencana untuk menghadirinya," kata Sherman, seperti dikutip
ANI News.
Sementara itu, dalam sejarahnya, ada beberapa aksi militer Rusia yang terkait dengan gelaran Olimpiade.
Pada 2014, Rusia menginvasi Krimea tepat ketika Olimpiade Musim Dingin di Sochi berakhir. Sementara pada 2008, Rusia menginvasi Georgia selama Olimpiade Musim Panas di Beijing.
Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah memperingatkan bahwa invasi Rusia ke Ukraina akan segera terjadi karena Moskow telah mengumpulkan puluhan ribu tentara di sepanjang perbatasan dengan Ukraina.
Menurut
CNN, Pentagon mengumumkan sekitar 8.500 tentara ditempatkan dalam siaga tinggi untuk kemungkinan penempatan ke Eropa Timur demi mendukung negara-negara NATO di tengah eskalasi Rusia.
Pada Senin (24/1), Kementerian Luar Negeri China membantah laporan yang menyebutkan Xi meminta Putin untuk tidak menginvasi Ukraina selama Olimpiade Beijing.
Olimpiade Musim Dingin akan dimulai pada 4 Februari dan berlangsung hingga 20 Februari. Beberapa negara, termasuk AS, telah mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade tersebut lantaran pelanggaran HAM di China.
BERITA TERKAIT: