Schonbach mengundurkan diri dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam (22/1),
Deutche Welle.
"Saya telah meminta Menteri Pertahanan Christine Lambrecht untuk membebaskan saya dari tugas saya dengan segera," kata Schonbach, sembari menyebut menteri telah menerima permintaan tersebut.
Schonbach mengundurkan diri setelah membuat komentar selama pidatonya ketika berkunjung ke Institut Studi dan Analisis Pertahanan Manohar Parrikar, India.
Ketika itu, Schonbach menyebut Putin hanya menginginkan rasa hormat.
"Yang benar-benar dia (Putin) inginkan adalah rasa hormat... Sangat mudah untuk memberinya rasa hormat yang benar-benar dia tuntut, dan mungkin juga pantas," ujarnya.
Ia juga menyebut Krimea tidak akan kembali pada Ukraina.
"Semenanjung Krimea hilang: Tidak akan pernah kembali. Ini adalah fakta," tambahnya.
Pernyataan itu sangat kontras dengan sikap yang diambil oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat serta sekutunya. Sikap resmi mereka adalah pencaplokan Semenanjung Krimea oleh Rusia pada tahun 2014 tidak dapat diterima dan harus dibalik.
Komentar tersebut mendorong Kementerian Luar Negeri Ukraina untuk memanggil Duta Besar Jerman untuk Ukraina, Anka Feldhusen, untuk menekankan Kyiv tidak menerima komentar Schonbach.
Di Twitter, Schonbach meminta maaf atas pernyataannya. Dia mengatakan pendapat pribadinya dan bukan posisi resmi militer Jerman.
Komentar Schonbach muncul di tengah ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Rusia diduga telah mengumpulkan 100 ribu tentara di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina.
BERITA TERKAIT: