Pemerintah Selandia Baru telah menerapkan
"Red Alert" atau peringatan tertinggi untuk Covid-19 di seluruh negeri. Terhitung mulai Minggu (23/1) pukul 11.59 malam waktu setempat, semua penduduk akan dikenakan pembatasan baru.
Meski begitu, Selandia Baru tidak akan memberlakukan penguncian ketat seperti yang dilakukan selama ini untuk menghentikan penyebaran virus.
Seiring dengan pengumuman tersebut, Ardern mengatakan pernikahannya akan ditunda karena penyebaran Omicron yang semakin luas.
"Begitulah hidup," ujarnya kepada wartawan selama konferensi pers, seperti dikutip
Daily Mail.
Hingga saat ini, Selandia Baru sudah melaporkan sembilan kasus Omicron yang ditemukan di masyarakat, tanpa ada kaitan dengan perjalanan ke luar negeri.
Kasus-kasus baru terdeteksi di wilayah Nelson dan Marlborough, yang berarti telah terjadi penularan komunitas di Auckland dan Motueka.
Selandia Baru memiliki alarm peringatan yang disebut sebagai "sistem lampu lalu lintas". Untuk warna merah, penduduk masih dapat melakukan banyak hal, termasuk bepergian.
Bisnis perhotelan akan tetap buka tetapi dibatasi pada 100 pelanggan, dan orang-orang juga didorong untuk bekerja dari rumah.
Sekolah akan tetap dibuka dengan pemerintah untuk melihat opsi ventilasi saat ribuan siswa kembali ke ruang kelas.
BERITA TERKAIT: