Ketika AS mendesak Iran untuk segera menetapkan tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan akhir, Teheran masih menggodok proses negosiasi yang dinilainya kurang memadai.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan tidak ada waktu untuk lebih banyak negosiasi karena kemampuan nuklir Iran semakin mendekati tahap memproduksi senjata.
"Saya pikir kami hanya memiliki beberapa pekan lagi untuk melihat apakah bisa kembali ke kesepakatan. Kami sangat kekurangan waktu," ujar Blinken.
Menanggapi pernyataan tersebut, jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh Washington harus segera menghentikan intimidasinya terhadap Teheran.
Dalam konferensi pers pada Senin (17/1), ia mengatakan masih ada masalah-masalah utama yang memerlukan keputusan politik khusus. Namun sebagian besar kesepakatan telah dirumuskan.
"Washington perlu mengumumkan keputusannya tentang masalah yang tersisa. Jika ini terjadi, kami akan menuju kesepakatan yang langgeng dengan kecepatan yang baik," jelas Khatibzadeh.
Negosiasi untuk mengembalikan AS kesepakatan nuklir telah dimulai sejak April tahun lalu, kemudian terhenti dengan pemilu di Iran. Negosiasi dimulai kembali pada Juli 2021.
BERITA TERKAIT: