Selama dikuasai oleh Taliban, seorang penulis sekaligus jurnalis Italia Francesca Marino mengatakan, Afghanistan tidak akan lebih baik.
Dalam sebuah artikel yang dikutip
ANI News, Marino menyebut tindakan keras terhadap perempuan dan budaya di Afghanistan menunjukkan kemunafikan Taliban.
Baru-baru ini, sebuah laporan menyebut Taliban "memenggal" manekin-manekin di toko pakaian, dengan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum syariah Islam.
Taliban juga melarang musik di kendaraan, dan menyarankan pengemudi untuk tidak membawa perempuan yang tidak mengenakan hijab. Perempuan juga tidak diperbolehkan bepergian sendiri lebih dari 72 kilometer dari rumahnya kecuali jika didampingi oleh wali laki-laki.
Perempuan di Afghanistan juga menghadapi tindakan represif setelah Taliban mengambil alih kekuasaan sejak pertengahan Agustus. Mereka dibatasi untuk bekerja dan menempuh pendidikan.
Selain itu, laporan baru-baru ini menunjukkan Taliban membakar alat musik di depan seorang musisi di Provinsi Paktia, sementara musisi itu terlihat menangis setelah instrumennya dibakar.
BERITA TERKAIT: