Perdamaian yang Dipimpin Taliban Dinilai Lebih Buruk Daripada Perang Afghanistan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 17 Januari 2022, 17:52 WIB
Perdamaian yang Dipimpin Taliban Dinilai Lebih Buruk Daripada Perang Afghanistan
Taliban/Net
rmol news logo Meski situasi di Afghanistan sudah cukup stabil dan "damai", namun keadaan dinilai lebih buruk daripada perang selama 20 tahun terakhir.

Selama dikuasai oleh Taliban, seorang penulis sekaligus jurnalis Italia Francesca Marino mengatakan, Afghanistan tidak akan lebih baik.

Dalam sebuah artikel yang dikutip ANI News, Marino menyebut tindakan keras terhadap perempuan dan budaya di Afghanistan menunjukkan kemunafikan Taliban.

Baru-baru ini, sebuah laporan menyebut Taliban "memenggal" manekin-manekin di toko pakaian, dengan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum syariah Islam.

Taliban juga melarang musik di kendaraan, dan menyarankan pengemudi untuk tidak membawa perempuan yang tidak mengenakan hijab. Perempuan juga tidak diperbolehkan bepergian sendiri lebih dari 72 kilometer dari rumahnya kecuali jika didampingi oleh wali laki-laki.

Perempuan di Afghanistan juga menghadapi tindakan represif setelah Taliban mengambil alih kekuasaan sejak pertengahan Agustus. Mereka dibatasi untuk bekerja dan menempuh pendidikan.

Selain itu, laporan baru-baru ini menunjukkan Taliban membakar alat musik di depan seorang musisi di Provinsi Paktia, sementara musisi itu terlihat menangis setelah instrumennya dibakar. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA