Berdasarkan laporan dari
CNN, Presiden Joe Biden telah menyetujui dana tersebut secara diam-diam pada akhir Desember, di tengah upaya untuk meredakan ketegangan antara Ukraina dan Rusia.
Mengutip empat sumber, sebagian besar dari paket bantuan tersebut diberikan dalam bentuk peralatan militer seperti senjata ringan, amunisi, radio pengaman, dan peralatan medis.
Keputusan tersebut diinformasikan kepada Kongres pada awal Januari 2021, tetapi belum diumbar ke publik.
Menurut dua sumber di Kongres, pemerintahan Biden berusaha untuk menyembunyikan paket bantuan keamanan tersebut menjelang pertemuan antara AS dan Rusia di Jenewa pada pekan ini.
Setelah pembicaraan tersebut, Dewan Rusia dan NATO juga akan bertemu di Brussel untuk membahas ketegangan antara Rusia dan Ukraina pada Rabu (12/1).
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina dipicu dengan laporan Moskow mengerahkan pasukannya di dekat perbatasannya dengan Ukraina. Kyiv kemudian mengklaim Rusia akan melakukan serangan, yang disanggah oleh Kremlin.
Rusia menyebut pengerahan pasukan merupakan haknya selama berada di wilayah negara. Sementara negara-negara Barat, khususnya NATO, menyatukan kekuatan untuk membantu Ukraina melawan Rusia.
BERITA TERKAIT: