Seperti yang dilaporkan
VnExpress, sekitar 300 ribu ton buah naga yang siap panen terancam tidak memiliki pelanggan karena pembatasan yang diberlakukan China untuk menghentikan penyebaran Covid-19.
Akibatnya, harga buah naga dalam beberapa pekan terakhir anjlok.
Wakil Direktur Departemen Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Binh Thuan, Phan Van Tan mengatakan, China membatasi lintas batas di Provinsi Quang Ninh dan Lang Son yang menyebabkan kontainer menumpuk.
Padahal setiap tahunnya, sekitar 1,4 juta ton buah naga yang diproduksi Vietnam diekspor ke China. Tiga provinsi Binh Thuan, Long An, dan Tien Giang menyumbang 80 persen dari total.
Namun para petani harus menghadapi kerugian lantaran tidak memiliki pembeli.
Beberapa eksportir mengatakan mereka telah mencoba untuk mengirim barang melalui laut, tetapi ini bukan pilihan yang lebih baik karena biaya pengiriman telah meningkat tiga kali lipat sejak tahun lalu.
China merupakan pembeli terbesar produk pertanian Vietnam. Ekspor buah naga ke China melebihi 50 pasar lainnya.
BERITA TERKAIT: