Lewat pidato yang disiarkan di televisi pada Jumat (7/1), Tokayev menyebut ada orang-orang yang ia sebut sebagai "teroris" yang memprovokasi kekacauan.
"Perang melawan mereka harus dilakukan sampai akhir. Siapa pun yang tidak menyerah akan dihancurkan," tegasnya, seperti dikutip
Reuters.
"Saya telah memberikan perintah kepada lembaga penegak hukum dan tentara untuk menembak atau bahkan membunuh tanpa peringatan," lanjutnya.
Pada Jumat pagi, aparat keamanan tampak masih bersiaga di jalan-jalan Almaty. Suara tembakan juga masih terdengar setelah kerusuhan hebat selama beberapa hari terakhir.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut ada lebih dari 70 pesawat yang hilir mudik sepanjang waktu untuk membawa pasukan ke Kazakhstan demi mengendalikan situasi.
Laporan media menyebutkan ada 2.500 pasukan Rusia yang dikerahkan ke negara pecahan Uni Soviet tersebut.
Kekacauan di Kazakhstan dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar yang membuat puluhan ribu orang melakukan aksi unjuk rasa massal di seluruh negeri.
Lebih dari 3.000 orang ditahan, dengan 28 polisi dan 16 demonstran meninggal dunia. Sementara ada puluhan yang terluka.
BERITA TERKAIT: